Tri Tuntutan Rakyat
Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
Tritura adalah tuntutan politik bersejarah yang diajukan oleh kelompok mahasiswa dan pelajar pada tahun 1966, setelah gejolak politik hebat pasca-peristiwa G30S/PKI. Tuntutan ini menjadi katalis utama bagi perubahan rezim dari Orde Lama ke Orde Baru.
1. Latar Belakang
Tritura muncul dari krisis multi-dimensi yang terjadi pada masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno (Orde Lama):1.Situasi yang tidak stabil pasca G30S/PKI
2.Hiperinflasi 600% dan Kemiskinan
3.Pembantaian Massal
2. Aksi Kelompok Penggerak
Tritura tidak digerakkan oleh perorangan, melainkan oleh Kesatuan Aksi yang dibentuk pasca-G30S:
Beranggotakan mahasiswa dari berbagai kampus yang non-komunis, Seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Surabaya (ITS).
-KAPPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)
Beranggotakan pelajar sekolah menengah atas
-KASI, KAWI, KABI
Kesatuan aksi lainnya dari sarjana, wanita, dan buruh
3. Isi Tuntutan
Pada 12 Januari 1966, Front Pancasila menggelar demonstrasi besar dan menyampaikan tuntutan mereka yang terkenal di Gedung DPR-GR:
-Pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya
Menghilangkan ancaman komunisme secara total dan mengakhiri konflik ideologi pasca G30S.
-Perombakan Kabinet Dwikora
Mengganti menteri-menteri yang dicurigai bersimpati pada PKI atau yang dianggap tidak kompeten mengatasi krisis ekonomi.
-Penurunan Harga
Menyelesaikan krisis ekonomi yang telah membuat harga-harga melambung tinggi, terutama sembako.
4. Dampak
Pemerintah Soekarno awalnya bersikap keras terhadap Tritura. Soekarno justru melakukan perombakan kabinet pada 21 Februari 1966, namun perombakan itu tidak memuaskan rakyat karena tokoh-tokoh yang dituntut mundur masih dipertahankan.
-Tewasnya Mahasiswa
Saat demonstrasi semakin memanas, terjadi insiden penembakan yang menewaskan mahasiswa bernama Arief Rahman Hakim. Peristiwa ini semakin memanaskan suasana dan meningkatkan perlawanan mahasiswa.
-Lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR)
Karena situasi yang tidak terkendali, dan didesak oleh kondisi politik dan keamanan yang memburuk, Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966 mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberikan wewenang penuh kepada Jenderal Soeharto.
-Tindakan Soeharto
Dengan Supersemar, Soeharto langsung mengambil tindakan:
1. Membubarkan PKI (Memenuhi Tuntutan I)
2. Menangkap Menteri-Menteri yang di curigai terlibat G30S/PKI (Memenuhi Tuntutan II).
Tindakan ini efektif meredakan gejolak massa dan Tritura berhasil dicapai. Supersemar menjadi alat legitimasi bagi Jenderal Soeharto untuk secara bertahap mengambil alih kekuasaan penuh, yang pada akhirnya mengakhiri Orde Lama dan memulai Orde Baru
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar